BNNK Gelar Tes Urine Dilingkup Pemerintahan, Bupati: Jika Ada Aparatur Yang Positif Langsung Pecat

pemerintahan

Kabupaten Solok, Puntaran.Id
Selasa pagi,mendadak kantor pemerintahan Kabupaten Solok dipenuhi oleh personil satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP Damkar). Usut punya usut, ternyata seluruh personil tersebut dikumpulkan untuk, melakukan tes urine guna memastikan petugas penyelamat dan penegakan peraturan daerah tersebut, bersih dari pengaruh penggunaan narkotika.

Sebanyak 264 orang personil petugas di Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran melakukan tes urine yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Solok. Kegiatan yang akan digelar selama 3 bulan le depan tersebut akan menyasar sebanyak 1092 aparatur di pemerintahan Kabupaten Solok.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Solok, Febrian.Dia menyebutkan, kegiatan tersebut akan menyasar seluruh aparatur di pemerintahan sebagai bukti dan komitmen pemerintah daerah, dalam memberantas peredaran dan penggunaan barang haram narkotika.

” Alhamdulillah giat hari ini merupakan giat awal BNNK setelah lebaran, kita melakukan pemeriksaan kepada seluruh personil petugas Pol PP dan Damkar. Di mana satuan unit layanan ini merupakan garda terdepan dalam penegakan peraturan daerah dan satuan penyelamatan kepada masyarakat,” ucap Febrian.

lanjutnya, BNNK mendapatkan dana bantuan hibah dari pemerintah daerah melalui Pokok Pikiran (Pokir) ketua DPRD Ivoni Munir. Disebutkannya, bantuan hibah ini akan kita laksanakan dengan menyasar sebanyak 1092 peserta tes kip atau tes urine.

” sesuai arahan Bupati,kita melaksanakan pemeriksaan tes urine kepada sebanyak 1092 orang dengan fokus utama kepada aparatur pemerintahan sampai dengan di pemerintahan tingkat nagari. Rentang pelaksanaan kegiatan ini kita maksimalkan selama 3 bulan ke depan,” tambah Febrian.

Disampaikannya, kegiatan ini selaras dengan nawa cita program pemeliharaan presiden Prabowo. Presiden Prabowo menempatkan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika menjadi program prioritas utama dalam menciptakan generasi emas Indonesia tahun 2045.

” dan kita dari BNNK Solok sangat mengapresiasi dukungan kuat dari pemerintah kabupaten Solok dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika khususnya di Kabupaten Solok.

” kami sangat mengapresiasi pemerintahan kabupaten Solok bersama dengan DPRD Kabupaten Solok yang telah menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung BNNK untuk melakukan upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut di Kabupaten Solok. Kami berharap kegiatan ini dapat mencapai tujuan bersama dalam menciptakan generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” pungkas Febrian.

Sementara itu, Bupati Solok melalui Sekretaris Daerah Medison menegaskan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh aparatur di pemerintahan. Hal ini selaras dengan tujuan kepala daerah dalam menciptakan Kabupaten Solok yang bersih dari narkotika.

” ini merupakan komitmen kita di pemerintahan, seluruh aparatur wajib tes urine. Guna memastikan bahwa seluruh aparatur di Kabupaten Solok bebas dari penyalahgunaan barang narkotika dan barang terlarang lainnya,” ungkap Medison. (07/04).

Dirinya menegaskan, jika ada nantinya ada personil yang terbukti positif dalam hasil tes urine tersebut, pemerintah akan langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan yang bersangkutan dan diproses secara hukum.

” Bupati telah menegaskan, jika ada aparatur yang terindikasi penyalahgunaan narkotika dalam kegiatan ini akan langsung kita ambil langkah tegas. Tidak ada toleransi terhadap hal ini,” tegas Medison. (nyiak).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *